Sabda alam riuh di benak yang kosong
bunga kamboja menebar wangi semesta
padang gersang terhampar luas
tatapan lembut teduhkan nafsu membara
DIA....terlalu jauh akan kugapai
menari-nari menyilaukan harapan
memeluk mimpi2 surgawi
tanganku berat melambai
mulutku kaku memanggil
Pujaanku jauh berdiri
aku tak sanggup lagi
kurangkai kata-kata dalam duka yang mengakar
menerawang asa yang mungkin kembali
cinta telah melebur dalam nurani
logika telah melayang bersama naluri
kulihat jejak langkah kaki
terseret lemah dan memudar
masuk kedalam lembah yang dalam
menyatukan jiwa-jiwa yang gersang
aku tak binasa.....
bait-bait syair sang pujangga
masih bisa menyentuhnya
bagai ruang hampa
aku semakin tersesat
mataku tlah buta
telingaku tlah tuli
mulutku tlah bisu
kakiku lumpuh
hatiku terpasung
sang pangeran menatap rembulan,
sang pujangga tak kehabisan kata-kata
dunia terang benderang
mengiringi para pencinta mewujudkan mimpinya
mengirim pesan-pesan mesra
pada sepi yang mengilhami setiap kata yang terucap
bersama cinta yang menuntun hati
berlumut menghijau
hangat oleh sinar mentari
tak goyah oleh siraman hujan
pelangi cinta mengindahkan lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar