Sabtu, 13 Oktober 2012

☆☆UNTUKMU AYAH ☆☆

Hidup adalah Pelajaran itu yang selalu engkau katakan

Engkau mungkin berpikir aku tidak melihat,
Atau bahwa aku belum pernah mendengar,
Pelajaran hidup yang diajarkan kepadaku,

Tapi aku punya setiap kata.

Mungkin engkau pikir
Aku tak merindukan itu semua,
Dan bahwa kita akan tumbuh terpisah,

Tapi Ayah,
aku mengambil segalanya,
Ini tertulis di hatiku.

Tanpa engkau, Ayah,
Aku tidak akan menjadi wanita sekarang;
Engkau membangun fondasi yang kuat
Tidak ada yang bisa mengambil.

Aku sudah dewasa dengan nilai-nilai yang kau berikan,
Dan aku sangat senang dengan yang kulakukan;
Jadi di sini untukmu

Aku sayang ayah,

Dari bidadari kecilmu
selamanya berterima kasih.

Minggu, 07 Oktober 2012

Langit di Celah Kota Menangis

...
Langit di celah kota menangis
melihat hutan bertumbuhkan beton kasar
Besar dan tidak berperiperasaan

Adakah yang merasa
Atau dunia tidak lagi bertegur sapaan.
Melihat dari terik panas mentari
Di ruang lapang masih ada keteduhan

Bukan awan biru yang berarak
Tapi asap-asap kotor menutupi
Debu kelabu memayungi

Aduh,,,
aku sesat mencari teduh
aku kering ketika beradu
tidakkah kamu menginsafi.

tangisan tidak lagi mencuri rasa
damai-damai tidak lagi memberi nikmat

Metropolitan terpedaya barisan patung

dan langit akan terus menangis.

Poetry,, "dalam deru Ibu Kota,, "


Sabtu, 06 Oktober 2012

KEMESRAAN SENJA


Kami berjalan di bawah jingga senja
Ketika warna diputihkan oleh lampu jalan
Dengan kulit memudar dan ruby pipi
Ketika bintang-bintang harus sabar berpijar
Ketika garis kabur dan jalan-jalan abu-abu
Ketika pelari dan hantu keluar untuk bermain
Ketika bulan adalah pin-tusukan di langit
Ketika bisik-bisik angin datang bersiul
Dan kabut setiap nafas dengan keinginan
Ketika sinar matahari menyerah pada temaram
menenggelamkan kebisingan Dan dunia untuk tenggelam dalam kegembiraan
Kami menikmati Kemesraan senja ini

HK, 06102012
Bidadari Senja,,,