Hatiku patah
kosong yang tersisa
di tengah hujan lebat
menyerap air mataku.
Aku berbaring sepanjang malam
semua sendiri
hampir mati
dengan air mata mengalir di wajah basah
orang yang aku cintai merobek hatiku menunggu aku mati.
Sekarat,
Pendarahan dengan tidak ada yang mencintai
karena tidak ada yang bertindak
seolah-olah peduli padaku.
Setiap kali aku mencoba untuk berbicara dengan seseorang,
mereka selalu bertindak seolah-olah aku tidak ada.
Ragu-ragu berbicara
dengan orang yang aku cintai yang pada satu titik akhirnya
membunuh ku lebih dan lebih setiap hari
HK, 16.02.2013
Sang Bidadari Senja,,, "hanya coretan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar