Minggu, 07 Oktober 2012

Langit di Celah Kota Menangis

...
Langit di celah kota menangis
melihat hutan bertumbuhkan beton kasar
Besar dan tidak berperiperasaan

Adakah yang merasa
Atau dunia tidak lagi bertegur sapaan.
Melihat dari terik panas mentari
Di ruang lapang masih ada keteduhan

Bukan awan biru yang berarak
Tapi asap-asap kotor menutupi
Debu kelabu memayungi

Aduh,,,
aku sesat mencari teduh
aku kering ketika beradu
tidakkah kamu menginsafi.

tangisan tidak lagi mencuri rasa
damai-damai tidak lagi memberi nikmat

Metropolitan terpedaya barisan patung

dan langit akan terus menangis.

Poetry,, "dalam deru Ibu Kota,, "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar