...
Langit di celah kota menangis
melihat hutan bertumbuhkan beton kasar
Besar dan tidak berperiperasaan
Adakah yang merasa
Atau dunia tidak lagi bertegur sapaan.
Melihat dari terik panas mentari
Di ruang lapang masih ada keteduhan
Bukan awan biru yang berarak
Tapi asap-asap kotor menutupi
Debu kelabu memayungi
Aduh,,,
aku sesat mencari teduh
aku kering ketika beradu
tidakkah kamu menginsafi.
tangisan tidak lagi mencuri rasa
damai-damai tidak lagi memberi nikmat
Metropolitan terpedaya barisan patung
dan langit akan terus menangis.
Poetry,, "dalam deru Ibu Kota,, "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar